Sist Melanie (tengah) di sela HUT MRC 2009. (foto:dok mrc)
Kami berduka. Minggu (6/2/2011) sekitar pukul 10.00 WIB, relawan Road Safety Association (RSA) bro Yazid dari Bandung mengirim pesan duka via black berry messenger. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…sist Melanie sudah tiada.”
Sejenak menundukan kepala berdoa kehadirat Allah SWT agar almarhumah mendapat tempat layak di sisi Nya. Amin.
Almarhumah yang bernama lengkap Melanie Parwati, sebelumnya menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. Melihat kondisinya, korban yang saat kejadian dibonceng suaminya, diputuskan untuk ditangani dokter di RS Hasan Sadikin, Bandung.
Bro Reza, sang adik yang juga bikers menuturkan, kronologis kecelakaan yang dikutip dari saksi mata, saat itu almarhumah yang berada dalam iring-iringan tujuh motor Milys berada di posisi ketiga, berboncengan dengan sang suami, bro Ali. Rombongan yang berkecepatan sekitar 50 kilometer per jam itu, sedang berada di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. ”Tiba-tiba dari arah berlawanan ada bocah ingusan pake motor Mio ngebut dan menginjak gundukan tanah yang menyebabkan dia oleng dan jatuh. Akibatnya, motor tak terkendali dan langsung terbang menimpa sist Melanie,” papar Reza dalam emailnya di milis Pulsarian.
Rezeki, jodoh, dan maut tak pernah ada yang tahu. Semua rahasia sang Khalik. Hingga akhirnya sist Melanie menghembuskan nafasnya yang terakhir. ”Melly berjuang di RS Hasan Sadikin dari Mon, Feb 5, 2011/01:09:37 sampai Sun, Feb 6, 2011/09:47:00,” tulis bro Nano dalam email jejaring Milys.
Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah almarhumah dibawa keluarga dari RS Hasan Sadikin Bandung menuju rumah duka di Perumahan Reni Jaya D7 No 6 Pondok Ketir, Sawangan Depok.
Duka Milys
Melanie atau akrab disapa Melly adalah anggota komunitas Mailinglist Yamaha Scorpio (Milys) dengan registrasi 527. bro Andy Brod, ketua umum Milys sontak menyerukan berkabung nasional Milys. Berikut pesan bro Andy dalam jejaring Milys.
Duka dan Airmata, hari ini Minggu 06 Februari 2011, harus kami rasakan.
Tak banyak kata yang bisa kami suarakan, selain memanjatkan Doa semoga sahabat kami tercinta,
Melanie Parmawati – MiLYS 527 diterima amal ibadah disisiNYA.
Terima kasih untuk segala kontribusi yang sudah dipersembahkan untuk MiLYS,
Teladanmu akan kami kenang selalu, sahabat.
Untuk suami tercinta,
Ali Priyadi – MiLYS 685, yang tabah yah brader.
Tetap kuat, tegar dan bersahaja, seperti yang kami kenal selama ini.
Untuk keluarga besar Melanie,
kami sampaikan pula turut berduka cita yg se-dalam2nya.
Kami sangat kehilangan sekali.
Sebagai bentuk berkabung MiLYS,
Mari kita samakan photo profile kita disemua jaringan sosial dengan logo terlampir,
selama 7 (tujuh) hari terhitung sejak hari ini.
Tak kuasa kami menahan isak sedih ini, biarlah ini kami jalani bersamamu hari ini.
Airmata kami mengiringi kepergianmu.
Selamat Jalan Sahabat.
MiLYS Berkabung Nasional.
salam duka,
Andy Brod
MiLYS 582
Ketua Umum
Seluruh sahabat, handai taulan, kerabat, dan kelompok pemotor yang mengenal alhmarhumah menyatakan duka mendalam. Almarhumah juga dikenal aktif diberbagai komunitas sepeda motor yakni Jakarta Mio Club (JMC), RED Moto Society (REDZone), serta Bulungan Community (BullCommerz).
“Semoga semua amal ibadah mu diterima disisi NYA. Amin. Maaf..gue speechless, beliau adalah salah satu founder RSA,” tutur Rio Octaviano, ketua RSA, dalam pesan tertulisnya.
Demikian pula bro Andeko di milis Honda Tiger Mailing List (HTML). ”Mewakili segenap pengurus nasional HTML, Board Of Moderator Milis HTML saya mengucapkan turut berduka cita atas kepergian Sis Melanie,” papar dia.
Bro Luckay yang mengaku masih shock menerima kabar itu menuturkan, ”Saya pribadi dan mewakili teman-teman di Hornet turut berbela sungkawa. Semoga amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT dan dilapangkan di alam kuburnya. Untuk yang ditinggalkan, semoga tabah dalam menghadapi cobaan ini.”
”Innalilahi Wainailaihi Rojiuuun…. Atas nama pribadi dan keluarga besar TiReC Jkt mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah Almh. Di terima di sisi Allah SWT. Sis Mel salah satu saksi ketika TiReC Jkt berdiri… We’ll Miss you Mel,” papar bro Bayu Raino.
Duka yang mendalam juga mencuat dari kelompok sepeda motor di berbagai kota. “Inalilahi wa inailaihi rojiun..Atas nama pribadi dan YVC Indonesia chapter Pontianak mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya mentor kita sist Melani..Semoga segala amal ibadah beliau selama di Dunia dapa meringankan bebannya menuju surga yang Mulia. Amien,” ujar bro Nurhamsyah Matty.
Sist Melanie (kanan) saat menjadi MC di HUT MRC 2009. (foto:dok mrc)
Bagi saya, bertemu Melanie pertamakali ketika menggelar ulang tahun pertama Minerva Riders Community (MRC) tahun 2009 di PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu, gadis yang ramah dan ceria itu menjadi master of ceremony (MC). Saya yang mengajak dia menjadi MC amat merasakan supelnya sist Melanie. Suasana HUT MRC menjadi hidup dengan canda dan tawanya. “Nah sekarang kita panggilkan bro Edo, bikers tiga zaman untuk memberikan penyegaran soal safety riding,” ujar Melanie saat itu, ketika memanggil saya ke atas panggung untuk berbagi mengenai keselamatan jalan di hadapan ratusan anggota MRC dari berbagai kota di Indonesia.
Dalam kehidupan bikers, kebersamaan yang dibangun tak hanya dalam suasana formal, justeru banyak terbina dalam suasana informal. Kehangatan canda dan tawa, kelakar, bahkan diskusi menjadi bumbu kehidupan bikers.
Selamat jalan sist Melanie. Doa kami menyertaimu. Semoga Allah SWT memberi tempat layak di sisi Nya. Amin. (edo rusyanto)






