Datanglah ke Tanjungsengkuang di bagian utara Pulau Batam untuk mendapatkan barang-barang itu. Walau barang-barang yang dijual di sana itu barang bekas, sungguh masih bisa dipakai sampai beberapa tahun lagi. Penampilan barangnya pun masih sangat bagus.
Barang lain yang juga bisa didapatkan di Tanjungsengkuang antara lain mesin cuci, lemari es, tape compo, sampai sekadar headphone atau kabel audio visual bermerek.
Dibandingkan dengan harga barunya yang beberapa kali lipat, barang-barang bekas di Tanjungsengkuang mendapat peminat sangat banyak, bahkan dari luar Pulau Batam. Deretan penjual barang bekas di Tanjungsengkuang memanjang sampai lebih dari satu kilometer, mulai tepi pantai tempat barang-barang itu masuk.
Ketika Saya berkunjung ke sana pertengahan September lalu, terlihat sebuah sedan Mercedes Benz seri S parkir di depan toko yang menjual peralatan komputer. Sementara beberapa ratus meter di pantainya, sebuah tongkang sedang membongkar mebel-mebel kontemporer. "Barang-barang ini seluruhnya datang dari Singapura. Semua bekas, dan kami membelinya per paket. Ada yang masih bisa dipakai, ada yang rusak sama sekali. Itu risiko kami yang memborongnya," kata Man'nyak yang mengkhususkan diri menjual peralatan komputer.
*** SAMPAI sekitar empat tahun lalu, Pulau Batam adalah surga bagi barang-barang elektronik. Salah satu tujuan orang datang ke Batam waktu itu adalah untuk mendapatkan barang elektronik terbaru dengan harga lebih murah dibanding daerah mana pun di Indonesia.
Hal ini bisa dimengerti karena dengan statusnya sebagai kawasan berikat, barang-barang di Batam tidak terkena pajak. Selain itu, kedekatan Batam dengan Singapura membuatnya terbuka pada produksi baru yang ada di pasaran.
Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 membalikkan semua itu. Naiknya kurs mata uang asing, juga dollar Singapura, membuat harga barang-barang baru di Batam tidak murah lagi.
Namun, orang Indonesia memang terkenal jeli memanfaatkan peluang apa pun, bagaimanapun sempitnya peluang itu. Tingginya harga barang di Indonesia dan murahnya harga barang bekas di Singapura dipadukan, sehingga muncul pasar barang bekas di Tanjungsengkuang itu.
Kini, Tanjungsengkuang sudah mempunyai banyak "cabang". Selain deretan toko di sana terus memanjang, pada beberapa titik di luar Tanjungsengkuang pun kini bisa dijumpai warung-warung yang juga menjual barang bekas eks Singapura. Demikian pula di Bengkong, beberapa kilometer dari Tanjungsengkuang.
*** SEBENARNYA, bisnis barang bekas ini sudah ada sebelum krisis moneter, namun makin marak seiring melemahnya nilai rupiah. Seperti yang diungkapkan Hajjah Samsyiah (40), yang merupakan pelopor bisnis barang bekas eks Singapura yang telah memulai usahanya di Tanjungsengkuang 12 tahun lalu.
Wanita asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, ini bersama suaminya memulai usaha dengan menjual motor bekas asal Singapura. Ia membeli satu unit motor bekas di Singapura dengan harga 300 dollar Singapura (kurs Rp 1.100), kemudian dijual di Batam dengan harga Rp 1.500.000.
Namun, dua tahun menggeluti bisnis tersebut, Samsyiah harus berganti haluan setelah Otorita Batam mengeluarkan larangan memasukkan kendaraan bekas dari luar Batam. Akhirnya, wanita yang cekatan ini mengganti dagangannya dengan barang elektronik hingga mebel yang juga diimpor dari Singapura.
Setelah usaha tersebut mendapatkan pasaran, beberapa orang yang masih kerabatnya ikut mendatangkan barang bekas dan membuka kios di Tanjungsengkuang. Hingga saat ini, puluhan kios sudah berdiri sepanjang jalan di Tanjungsengkuang dengan berbagai barang dagangan.
Syamsiah yang kini merasa sudah sukses, mengaku mampu menunaikan ibadah haji pada tahun 1997 dari keuntungan selama menjual barang bekas asal Singapura ini. Bukan hanya dirinya, tetapi ia dan seorang mertuanya secara bergantian juga telah menunaikan ibadah haji pada saat biayanya sudah di atas Rp 20 juta.
Besarnya keuntungan mendorong pertumbuhan bisnis barang bekas di Batam. Salah seorang penjual baju bekas dan boneka dari Singapura, Hasnah, mengatakan bisa memperoleh omzet Rp 2 juta dengan keuntungan Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Padahal, ia baru memulai usahanya enam bulan lalu dengan modal pinjaman Rp 500.000.
Keuntungan memang cepat diperoleh karena peminat barang bekas di Batam maupun dari daerah luar Batam jumlahnya lumayan banyak. Bahkan banyak pula pedagang di Tanjungsengkuang yang menjual barangnya ke luar Batam dalam paket-paket tertentu lewat kapal laut. Frekuensi kapal yang membawa barang bekas dengan nilai ratusan juta rupiah dari Singapura mencapai dua kali dalam sepekan.
*** PARA pedagang barang bekas ini, memang tak selamanya menuai untung. Misalnya Man'nyak yang terpaksa merelakan 30 buah monitor komputer bekas yang dibelinya seharga Rp 300.000 per buah, harus dijual Rp.10.000 per buah sebagai besi tua karena sudah tidak bisa berfungsi lagi.
Namun, Man'nyak tentu masih bisa menutupi kerugian dari berapa komputer "hidup" yang dibeli murah di Singapura dan dijual Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta per unit. Belum lagi monitor yang masih mulus dengan harga Rp 500.000 per buah.
Selain risiko barang yang diimpor tidak layak jual, pedagang juga mengeluarkan biaya jutaan rupiah setiap bulan untuk aparat keamanan. Biaya ini harus dikeluarkan agar tidak mendapat halangan di laut saat mendatangkannya, juga saat membongkarnya di pantai.
Pendek kata ingin barang murah? Datanglah ke Batam.

written by kidemonk , 28 August, 2009
Batam..? gw malah inget kitaran tahun 1990 an didaerah or kolong jembatan leton yach kl gk salah yg deket Rumbai... CD masih langka tapi disitu udah ada yang 2ndnya....
written by erna , 16 October, 2009
sama'''bro mungkin kenapa masyrakat batam lebih suka dengan barang bekas ,karena emang lebih bagus,meskipun sudah bekas namun gak kalah saing dengan barang baru yang ada di lokal sendiri..... so kita sendiri selalu membuat segala sesuatu yang asal,,sehingga kita sendiripun tidak percaya lagi dengan hasil negara kita sekalipun itu baru
written by http://leandabatam.blogspot.com/ , 05 April, 2010
sampai sekarangpun masih banyak peminatnya...bahkan tambah ramai...bagi yang mau, silahkan ke batam....
written by nita , 26 May, 2011
hallo.....mau nanya nich.....aku kan pengen belanja tas, baju second branded original....kl di batam lokasi2nya ada dimana aja ya? tolong dong infonya ke email aku \n This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it '> This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ya. thx ya
written by nanda , 29 October, 2011
klu mau beli baju bekas per bal sm siapa ya....?? dan harganya brp..../??klu ada gw mau beli yg penting hrgnya miring dr pasaran di sn kirim aja ke email gw \n This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it '> This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
written by alan , 11 January, 2012
pasar Aviari,depan ramayana juga banyak barang2 second..
Batam OK...
written by mili , 17 January, 2012
selain pasar aviari di batam dimana lagi yah? yang jual tas2 second sama sepatu2 second? soalnya di pasar aviari gak terlalu banyak barang2 tas nya. mkshmil;i
written by lia , 18 January, 2012
Tanya ya, klo mau beli baju anak branded yang bekas dimana ya carinya? Tlg dong soalnya awal februari ini saya mau ke batam...thx b4 atas infonya...
written by rega , 22 April, 2012
dimana di batam beli mesin moge atau mesin apa saja yg bekas alias second. tolong---tolong....infonya. thx
written by Mrs , 06 May, 2012
tlong infox yg tw bli accessories dan spare part motor trail limbah d batam,,tlong yg tw infokan k \n This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it '> This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ,tb4 atas informasinya




